WELCOME TO BLOG
DEDI SETIAWAN

Sabtu, 11 Desember 2010

Pengamanan Sistem Operasi

MODEL-MODEL KEAMANAN DALAM SISTEM OPERASI

Linux

Komponen Arsitektur Keamanan Linux :
1.      Account Pemakai (user account)

Keuntungan :
·         Kekuasaan dalam satu account yaitu root, sehingga mudah dalam administrasi system.
·         Kecerobohan salah satu user tidak berpengaruh kepada system secara keseluruhan.
·         Masing-masing user memiliki privacy yang ketat

Macam User :
Root        : kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan akses jaringan
User        : account dengan kekuasaan yang diatur oleh root dalam melakukan aktifitas dalam
                  system.
Group     : kumpulan user yang memiliki hak sharing yang sejenis terhadap suatu devices
                  tertentu.

2.      Kontrol Akses secara Diskresi (Discretionary Access control)

Discretionary Access control (DAC) adalah metode pembatasan yang ketat, yang meliputi :
·         Setiap account memiliki username dan password sendiri.
·         Setiap file/device memiliki atribut(read/write/execution) kepemilikan, group, dan user umum.

Jika kita lakukan list secara detail menggunakan $ls –l, kita dapat melihat penerapan DAC pada file system linux :

d rw-   - -x    - - -  5  fade  users 1024  Feb    8 12:30 Desktop
- rw-   r - -    r - -   9 Goh  hack    318  Mar  30 09:05 borg.dead.letter


-
rw-
r - -
r - -
9
Goh
hack
318
Mar
30
09:05
borg.dead.letter
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Keterangan :





1 =
tipe dari file ; tanda dash ( - ) berarti file biasa, d berarti directory, l berarti file link, dsb
5 =
6 =
7 =
Jumlah link file
Nama pemilik (owner)
Nama Group
2 =
Izin akses untuk owner (pemilik), r=read/baca, w=write/tulis, x=execute/eksekusi
8 =
9 =
10 =
Besar file dalam byte
Bulan dan tanggal update terakhir
Waktu update terakhir
3 =
Izin akses untuk group
11 =
Nama file/device
4 =
Izin akses untuk other (user lain yang berada di luar group yang didefinisikan sebelumnya)


















Perintah-perintah penting pada DAC :
·         Mengubah izin akses file :
1.      bu : chmod < u | g | o > < + | - > < r | w | e > nama file,
contoh :
chmod u+x g+w o-r borg.dead.letter ; tambahkan akses eksekusi(e) untuk user (u), tambahkan juga akses write(w) untuk group (g) dan kurangi izin akses read(r) untuk other(o) user.
2.      chmod metode octal, bu: chmod - - - namafile , digit dash ( - ) pertama untuk izin akses user, digit ke-2 untuk izin akses group dan digit ke-3 untuk izin akses other, berlaku ketentuan : r(read) = 4, w(write) = 2, x (execute) = 1 dan tanpa izin akses = 0.
Contoh :
Chmod 740 borg.dead.letter
Berarti : bagi file borg.dead.letter berlaku
digit ke-1 à 7=4+2+1=izin akses r,w,x penuh untuk user.
digit ke-2 à 4=4+0+0=izin akses r untuk group
digit ke-3 à 0=0+0+0=tanpa izin akses untuk other user.

·         Mengubah kepemilikan : chown
·         Mengubah kepemilikan group : chgrp
·         Menggunakan account root untuk sementara :
~$su                       ; system akan meminta password
password : ****    ; prompt akan berubah jadi pagar, tanda login sebagai root
~#

·         Mengaktifkan shadow password, yaitu membuat file /etc/passwd menjadi dapat dibaca (readable) tetapi tidak lagi berisi password, karena sudah dipindahkan ke /etc/shadow

Contoh tipikal file /etc/passwd setelah diaktifkan shadow:
root:x:0:0::/root:/bin/bash
fade:x:1000:103: , , , :/home/fade:/bin/bash

Lihat user fade, dapat kita baca sebagai berikut :

username                    : fade
Password                     : x
User ID (UID)               : 1000
Group ID (GUID)          : 103
Keterangan tambahan            : -
Home directory                       : /home/fade
Shell default                : /bin/bash

Password-nya bisa dibaca (readable), tapi berupa huruf x saja, password sebenarnya disimpan di file /etc/shadow dalam keadaan dienkripsi :
root:pCfouljTBTX7o:10995:0:::::
fade:oiHQw6GBf4tiE:10995:0:99999:7:::

Perlunya Pro aktif password

 Linux menggunakan metode DES (Data Encription Standart) untuk password-nya. User harus di training dalam memilih password yang akan digunakannya agar tidak mudah ditebak dengan program-program crack password dalam ancaman bruto force attack. Dan perlu pula ditambah dengan program Bantu cek keamanan password seperti :
·         Passwd+     : meningkatkan loging dan mengingatkan user jika mengisi password yang mudah ditebak.
·         Anlpasswd : dapat membuat aturan standar pengisian password seperti batas minimum, gabungan huruf besar dengan huruf kecil, gabungan angka dan huruf dsb.

3.      Kontrol akses jaringan (Network Access Control)

Firewall linux [1] :
alat pengontrolan akses antar jaringan yang membuat linux dapat memilih host yang berhak / tidak berhak mengaksesnya.

Fungsi Firewall linux :
·         Analisa dan filtering paket
Memeriksa paket TCP, lalu diperlakukan dengan kondisi yang sudah ditentukan, contoh paket A lakukan tindakan B.
·         Blocking content dan protocol
Bloking isi paket seperti applet java, activeX, Vbscript, Cookies
·         Autentikasi koneksi dan enkripsi
Menjalankan enkripsi dalam identitas user, integritas satu session dan melapisi data dengan algoritma enkripsi seperti : DES, triple DES, Blowfish, IPSec, SHA, MD5, IDEA, dsb.

Tipe firewall linux :
·         Application-proxy firewall/Application Gateways
Dilakukan pada level aplikasi di layer OSI, system proxy ini meneruskan / membagi paket-paket ke dalam jaringan internal. Contoh : software TIS FWTK (Tursted Information System Firewall Toolkit)
·         Network level Firewall, fungsi filter dan bloking paket dilakukan di router. Contoh : TCPWrappers, aplikasinya ada di /usr/sbin/tcpd. Cara kerjanya :
Lihat isi file /etc/inetd.conf :
...
telnet      stream    tcp    nowait    root /usr/sbin/telnetd
shell        stream    tcp    nowait    root /usr/sbin/rshd
pop3       stream    tcp    nowait    root /usr/sbin/pop3d

dengan diaktifkan TCPwrappers maka isi file /etc/inetd.conf :
...
telnet      stream    tcp    nowait    root /usr/sbin/tcpd in.telnetd
shell        stream    tcp    nowait    root /usr/sbin/tcpd in.rshd -L
pop3       stream    tcp    nowait    root /usr/sbin/tcpd in.pop3d

setiap ada permintaan layanan jarak jauh, dipotong dulu dengan pencocokan rule set yang telah diatur oleh tcp in, jika memenuhi syarat diteruskan ke file yang akan diekseskusi, tapi jika tidak memenuhi syarat digagalkan.


Pengaturan TCPWrapper dilakukan dengan mengkonfigurasi 2 file, yaitu :
·         /etc/host.allow à host yang diperbolehkan mengakses.
·         /etc/host.deny à host yang tidak diperbolehkan mengakses.

4.      Enkripsi (encryption)

Penerapan Enkripsi di linux :
·         Enkripsi password  à menggunakan DES ( Data Encryption Standard )
·         Enkripsi komunikasi data :
1.      Secure Shell (SSH) à Program yang melakukan loging terhadap komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. Enkripsi dalam bentuk Blowfish, IDEA, RSA, Triple DES. Isi SSH Suite :
·        scp (secure shell copy) à mengamankan penggandaan data
·        ssh (secure shell client) à  model client ssh seperti telnet terenkripsi.
·        ssh-agent à otentikasi lewat jaringan dengan model RSA.
·        sshd (secure shell server) à di port 22
·        ssh-keygen à pembuat kunci (key generator) untuk ssh
Konfigurasi dilakukan di :
·        /etc/sshd_config (file konfigurasi server)
·        /etc/ssh_config (file konfigurasi client)
2.      Secure socket Layer (SSL) à mengenkripsi data yang dikirimkan lewat port http.
Konfigurasi dilakukan di : web server APACHE dengan ditambah PATCH SSL.

5.      Logging

Def : Prosedur dari Sistem Operasi atau aplikasi merekam setiap kejadian dan menyimpan rekaman tersebut untuk dapat dianalisa.
Semua file log linux disimpan di directory /var/log, antara lain :
·         Lastlog : rekaman user login terakhir kali
·         last : rekaman user yang pernah login dengan mencarinya pada file /var/log/wtmp
·         xferlog : rekaman informasi login di ftp daemon berupa data wktu akses, durasi transfer file, ip dan dns host yang mengakses, jumlah/nama file, tipe transfer(binary/ASCII), arah transfer(incoming/outgoing), modus akses(anonymous/guest/user resmi), nama/id/layanan user dan metode otentikasi.
·         Access_log : rekaman layanan http / webserver.
·         Error_log : rekaman pesan kesalahan atas service http / webserver berupa data jam dan waktu, tipe/alasan kesalahan
·         Messages : rekaman kejadian pada kernel ditangani oleh dua daemon :
o   Syslog à merekam semua program yang dijalankan, konfigurasi pada syslog.conf
o   Klog à menerima dan merekam semua pesan kernel

6.      Deteksi Penyusupan (Intrusion Detection)
 Def : aktivitas mendeteksi penyusupan secara cepat dengan menggunakan program khusus secara otomatis yang disebut Intrusion Detection System

 Tipe dasar IDS :

·         Ruled based system : mencatat lalu lintas data jika sesuai dengan database dari tanda penyusupan yang telah dikenal, maka langsung dikategorikan penyusupan. Pendekatan Ruled based system :
o   Preemptory (pencegahan) ; IDS akan memperhatikan semua lalu lintas jaringan, dan langsung bertindak jika dicurigai ada penyusupan.
o   Reactionary (reaksi) ; IDS hanya mengamati file log saja.
·         Adaptive system : penerapan expert system dalam mengamati lalu lintas jaringan.

 Program IDS :

·         Chkwtmp : program pengecekan terhadap entry kosong
·         Tcplogd : program pendeteksi stealth scan (scanning yang dilakukan tanpa membuat sesi tcp)
·         Host entry : program pendeteksi login anomaly (perilaku aneh) à bizarre behaviour (perilaku aneh), time anomalies (anomaly waktu), local anomaly.

 Windows NT
Komponen Arsitektur Keamanan NT :
1. Adminisrasi User dan Group
Jenis Account User :
·         Administrator
·         Guest
·         User

Jenis Account Gorup :
·         Administrator
·         Guest
·         User
·         Operator back-up
·         Power user
·         Operator server
·         Operator account
·         Operator printer

Hak User / Grup :
·         Hak basic : acces computer from network, back-up files/directory, change system time, logon locally, manage auditing and security, log (event viewer), restore files and directory, shutdown system, take ownership files or other object, dll.
·         Hak advance : access service and kernel untuk kebutuhan pengembangan system.

2. Keamanan untuk system File
A. NTFS :
·         Cepat dalam operasi standar file (read – write – search)
·         Terdapat system file recovery,  access control dan permission.
·         Memandang obyek sebagai kumpulan atribut, termasuk permission access.

 B. Proteksi untuk integritas data
  
Transaction logging  : merupakan system file yang dapat di-recovery untuk dapat mencatat semua perubahan terakhir pada directory dan file secara otomatis.
·         Jika transaksi system berhasil NT  akan melakukan pembaharuan pada file.
·         Jika transaksi gagal, NT akan melalui  :
·          Tahap analisis : mengukur kerusakan dan menentukan lokasi cluster yang harus diperbarui per informasi dalam file log.
·          Tahap redo : melakukan semua tahapan transaksi yang dicatat pada titik periksa terakhir
·          Tahap undo : mengembalikan ke kondisi semula untuk semua transaksi yang belum selesai dikerjakan.

Sector sparing  : Teknik dynamic data recovery yang hanya terdapat pada disk SCSI dengan cara memanfaatkan teknologi fault-tolerant volume untuk membuat duplikat data dari sector yang mengalami error. Metodenya adalah dengan merekalkulasi dari stripe set with parity atau dengan membaca sector dari mirror drive dan menulis data tersebut ke sektor baru.


Cluster remapping : Jika ada kegagalan dalam transaksi I/O pada disk , secara otomatis akan mencari cluster baru yang tidak rusak, lalu menandai alamat cluster yang mengandung bad sector tersebut.

C. Fault tolerance : Kemampuan untuk menyediakan redudansi data secara realtime yang akan memberikan tindakan penyelamatan bila terjadi kegagalan perangkat keras, korupsi perangkat lunak dan kemungkinan masalah lainnya.
Teknologinya disebut RAID (Redudant Arrays of inexpensive Disk) : sebuah array disk dimana dalam sebuah media penyimpanan terdapat informasi redudan tentang data yang disimpan di sisa media tersebut.
Kelebihan RAID :
·         Meningkatkan kinerja I/O
·         meningkatkan reabilitas media penyimpanan

Ada 2 bentuk fault tolerance :
1.      Disk mirroring (RAID 1) : meliputi penulisan data secara simultan kedua media penyimpanan yang secara fisik terpisah.
2.      Disk stripping dengan Parity (RAID 5) : data ditulis dalam strip-strip lewat satu array disk yang didalam strip-strip tersebut terdapat informasi parity yang dapat digunakan untuk meregenerasi data apabila salah satu disk device dalam strip set mengalami kegagalan.

3. Model Keamanan Windows NT
Dibuat dari beberapa komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk memberikan keamanan logon dan access control list (ACL) dalam NT :

·         LSA (Local security Authority) : menjamin user memiliki hak untuk mengakses system. Inti keamanan yang menciptakan akses token, mengadministrasi kebijakan keamanan local dan memberikan layanan otentikasi user.
·         Proses logon : menerima permintaan logon dari user (logon interaktif dan logon remote), menanti masukan username dan password yang benar. Dibantu oleh Netlogon service.
·         Security Account Manager (SAM) : dikenal juga sebagai directory service database, yang memelihara database untuk account user dan memberikan layan validasi untuk proses LSA.
·         Security Reference Monitor (SRM) : memeriksa status izin user dalam mengakses, dan hak user untuk memanipulasi obyek serta membuat pesan-pesan audit.

4. Keamanan Sumber daya lokal
Obyek dalam NT  [file, folder (directory), proses, thread, share dan device], masing-masing akan dilengkapi dengan Obyek Security Descriptor yang terdiri dari :
·         Security ID Owner : menunjukkan user/grup yang memiliki obyek tersebut, yang memiliki kekuasaan untuk mengubah akses permission terhadap obyek tersebut.
·         Security ID group : digunakan oleh subsistem POSIX saja.
·         Discretionary ACL (Access Control List) : identifikasi user dan grup yang diperbolehkan / ditolak dalam mengakses, dikendalikan oleh pemilik obyek.
·         System ACL : mengendalikan pesan auditing yang dibangkitkan oleh system, dikendalikan oleh administrator keamanan jaringan.

5. Keamanan Jaringan
Jenis Keamanan Jaringan Windows NT :
·         Model keamanan user level : account user akan mendapatkan akses untuk pemakaian bersama dengan menciptakan share atas directory atau printer.
o   Keunggulan : kemampuan untuk memberikan user tertentu akses ke sumberdaya yang di-share dan menentukan jenis akses apa yang diberikan.
o   Kelemahan : proses setup yang kompleks karena administrator harus memberitahu setiap user dan menjaga policy system keamanan tetap dapat dibawah kendalinya dengan baik.
·         Model keamanan Share level : dikaitkan dengan jaringan peer to peer, dimana user manapun membagi sumber daya dan memutuskan apakaha diperlukan password untuk suatu akses tertentu.
o   Keuntungan : kesederhanaannya yang membuat keamanan share-level tidak membutuhkan account user untuk mendapatkan akses.
o   Kelemahan : sekali izin akses / password diberikan, tidak ada kendali atas siap yang menakses sumber daya.


Cara NT menangani keamanan jaringan :
  1. Memberikan permission :
·        Permission NTFS local
·        Permission shere
  1. Keamanan RAS (Remote Access Server)
Melakukan remote access user menggunakan dial-up :
·        Otentikasi user name dan password yang valid dengan dial-in permission.
·        Callback security : pengecekan nomor telepon yang valid.
·        Auditing : menggunakan auditing trails untuk melacak ke/dari siapa, kapan user memiliki akses ke server dan sumberdaya apa yang diakses.
  1. Pengamanan Layanan internet :
·        Firewall terbatas pada Internet Information server (IIS).
·        Menginstal tambahan proxy seperti Microsoft Proxy server.
  1. Share administrative :memungkin administrator mendapatkan akses ke server windows NT atau workstation melalui jaringan

6. Keamanan pada printer
Dilakukan dengan mensetting properties printer :
  1. Menentukan permission : full control, Manage document, print
  2. Biasanya susunan permission pada NT defaulut :
·         Adminstrator – full control
·         Owner – Manage document
·         Semua user – print
  1. Mengontrol print job, terdiri dari :
·        Setting waktu cetak
·        Prioritas
·        Notifikasi (orang yang perlu diberi peringatan)
  1. Set auditing information


7. Keamanan Registry
Tools yang disediakan dalam pengaksesan registry :
·         System policy editor : mengontrol akses terhadap registry editor, memungkinkan administrator mengedit dan memodifikasi value tertentu dalam registry dengan berbasis grafis.
·         Registry editor (regedit32.exe) : tools untuk melakukan edit dan modifikasi value dalam registry.
·         Windows NT Diagnostics (winmsd.exe) : memungkinkan user melihat setting isi registry dan valuenya tanpa harus masuk ke registry editor sendiri.

Tools backup untuk registry yaitu  :
·         Regback.exe memanfaatkan command line / remote session untuk membackupr registry.
·         ntbackup.exe : otomatisasi backup HANYA pada Tape drive, termasuk sebuah kopi dari file backup registry local.
·         Emergency Repair Disk (rdisk.exe) : memback-up hive system dan software dalam registry.

8. Audit dan Pencatatan Log
·         Pencatatan logon dan logoff  termasuk pencatatan dalam multi entry login
·         Object access (pencatatan akses obyek dan file)
·         Privilege Use (paencatatan pemakaian hak user)
·         Account Management (manajemen user dan group)
·         Policy change (Pencatatan perubahan kebijakan keamanan)
·         System event (pencatatan proses restart, shutdown dan pesan system)
·         Detailed tracking (pencatatan proses dalam system secara detail)

PERANCANGAN SISTEM OPERASI YANG AMAN
PRINSIP DASAR PERANCANGAN SISTEM YANG AMAN
1. Mencegah hilangnya data
2. Mencegah masuknya penyusup
LAPISAN KEAMANAN :
1. Lapisan Fisik :
·         membatasi akses fisik ke mesin :
o Akses masuk ke ruangan komputer
o penguncian komputer secara hardware
o keamanan BIOS
o keamanan Bootloader
·         back-up data :
o pemilihan piranti back-up
o penjadwalan back-up
·         mendeteksi gangguan fisik :
·         log file : Log pendek atau tidak lengkap, Log yang berisikan waktu yang aneh, Log dengan permisi atau kepemilikan yang tidak tepat, Catatan pelayanan reboot atau restart, Log yang hilang, masukan su atau login dari tempat yang janggal
·         mengontrol akses sumber daya.
2. Keamanan lokal
Berkaitan dengan user dan hak-haknya :
·         Beri mereka fasilitas minimal yang diperlukan.
·         Hati-hati terhadap saat/dari mana mereka login, atau tempat seharusnya mereka login.
·         Pastikan dan hapus rekening mereka ketika mereka tidak lagi membutuhkan akses.
3. Keamanan Root
·         Ketika melakukan perintah yang kompleks, cobalah dalam cara yang tidak merusak dulu, terutama perintah yang menggunakan globbing: contoh, anda ingin melakukan "rm foo*.bak", pertama coba dulu: "ls foo*.bak" dan pastikan anda ingin menghapus file-file yang anda pikirkan.
·         Beberapa orang merasa terbantu ketika melakukan "touch /-i" pada sistem mereka. Hal ini akan membuat perintah-perintah seperti : "rm -fr *" menanyakan apakah anda benar-benar ingin menghapus seluruh file. (Shell anda menguraikan "-i" dulu, dan memberlakukannya sebagai option -i ke rm).
·         Hanya menjadi root ketika melakukan tugas tunggal tertentu. Jika anda berusaha mengetahui bagaimana melakukan sesuatu, kembali ke shell pemakai normal hingga anda yakin apa yang perlu dilakukan oleh root.
·         Jalur perintah untuk pemakai root sangat penting. Jalur perintah, atau variabel lingkungan PATH mendefinisikan lokal yang dicari shell untuk program. Cobalah dan batasi jalur perintah bagi pemakai root sedapat mungkin, dan jangan pernah menggunakan '.', yang berarti 'direktori saat ini', dalam pernyataan PATH anda. Sebagai tambahan, jangan pernah menaruh direktori yang dapat ditulis pada jalur pencarian anda, karena hal ini memungkinkan penyerang memodifikasi atau menaruh file biner dalam jalur pencarian anda, yang memungkinkan mereka menjadi root ketika anda menjalankan perintah tersebut.
·         Jangan pernah menggunakan seperangkat utilitas rlogin/rsh/rexec (disebut utilitas r) sebagai root. Mereka menjadi sasaran banyak serangan, dan sangat berbahaya bila dijalankan sebagai root. Jangan membuat file .rhosts untuk root.
·         File /etc/securetty berisikan daftar terminal-terminal tempat root dapat login. Secara baku (pada RedHat Linux) diset hanya pada konsol virtual lokal (vty). Berhati-hatilah saat menambahkan yang lain ke file ini. Anda seharusnya login dari jarak jauh sebagai pemakai biasa dan kemudian 'su' jika anda butuh (mudah-mudahan melalui ssh atau saluran terenkripsi lain), sehingga tidak perlu untuk login secara langsung sebagai root.
·         Selalu perlahan dan berhati-hati ketika menjadi root. Tindakan anda dapat mempengaruhi banyak hal. Pikir sebelum anda mengetik!
4. Keamanan File dan system file
·         Directory home user tidak boleh mengakses perintah mengubah system seperti partisi, perubahan device dan lain-lain.
·         Lakukan setting limit system file.
·         Atur akses dan permission file : read, writa, execute bagi user maupun group.
·         Selalu cek program-program yang tidak dikenal
5. Keamanan Password dan Enkripsi
·         Hati-hati terhadap bruto force attack dengan membuat password yang baik.
·         Selalu mengenkripsi file yang dipertukarkan.
·         Lakukan pengamanan pada level tampilan, seperti screen saver.
6. Keamanan Kernel
·         selalu update kernel system operasi.
·         Ikuti review bugs dan kekurang-kekurangan pada system operasi.
7. Keamanan Jaringan
·         Waspadai paket sniffer yang sering menyadap port Ethernet.
·         Lakukan prosedur untuk mengecek integritas data
·         Verifikasi informasi DNS
·         Lindungi network file system
·         Gunakan firewall untuk barrier antara jaringan privat dengan jaringan eksternal

ANCAMAN TERHADAP SISTEM OPERASI YANG AMAN
1.       LAND Attack

LAND attack merupakan salah satu macam serangan terhadap suatu server/komputer yang terhubung dalam suatu jaringan yang bertujuan untuk menghentikan layanan yang diberikan oleh server tersebut sehingga terjadi gangguan terhadap layanan atau jaringan komputer tersebut. Tipe serangan semacam ini disebut sebagai Denial of Service (DoS) attack. LAND attack dikategorikan sebagai serangan SYN (SYN attack) karena menggunakan packet SYN (synchronization) pada waktu melakukan 3-way handshake untuk membentuk suatu hubungan berbasis TCP/IP. Dalam 3-way handshake untuk membentuk hubungan TCP/IP antara client dengan server, yang terjadi adalah sebagai berikut:

- Pertama, client mengirimkan sebuah paket SYN ke server/host untuk membentuk hubungan TCP/IP antara client dan host

- Kedua, host menjawab dengan mengirimkan sebuah paket SYN/ACK (Synchronization/Acknowledgement) kembali ke client.

- Akhirnya, client menjawab dengan mengirimkan sebuah paket ACK (Acknowledgement) kembali ke host. Dengan demikian, hubungan TCP/IP antara client dan host terbentuk dan transfer data bisa dimulai.

Dalam sebuah LAND attack, komputer penyerang yang bertindak sebagai client mengirim sebuah paket SYN yang telah direkayasa atau dispoof ke suatu server yang hendak diserang.
Paket SYN yang telah direkayasa atau dispoof ini berisikan alamat asal (source address) dan nomer port asal (source port number) yang sama persis dengan alamat tujuan (destination address) dan nomer port tujuan (destination port number). Dengan demikian, pada waktu host mengirimkan paket SYN/ACK kembali ke client, maka terjadi suatu infinite loop karena host sebetulnya mengirimkan paket SYN/ACK tersebut ke dirinya sendiri. Host/server yang belum terproteksi biasanya akan crash atau hang oleh LAND attack ini. Namun sekarang ini, LAND attack sudah tidak efektif lagi karena hampir semua sistem sudah terproteksi dari tipe serangan ini melalui paket filtering atau firewall.

2.        Ping of Death
 Ping of Death merupakan suatu serangan (Denial of Service) DoS terhadap
suatu server/komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Serangan ini memanfaatkan fitur yang ada di TCP/IP yaitu packet fragmentation atau pemecahan paket, dan juga kenyataan bahwa batas ukuran paket di protokol IP adalah 65536 byte atau 64 kilobyte. Penyerang dapat mengirimkan berbagai paket ICMP (digunakan untuk melakukan ping) yang terfragmentasi sehingga waktu paket-paket tersebut disatukan kembali, maka ukuran paket seluruhnya melebihi batas 65536 byte.


Contoh yang sederhana adalah sebagai berikut: C:\windows>ping -l 65540


Perintah MSDOS di atas melakukan ping atau pengiriman paket ICMP berukuran 65540 byte ke suatu host/server. Pada waktu suatu server yang tidak terproteksi menerima paket yang melebihi batas ukuran yang telah ditentukan dalam protokol IP, maka server tersebut biasanya crash, hang, atau melakukan reboot sehingga layanan menjadi terganggu (Denial of Service).

Selain itu, paket serangan Ping of Death tersebut dapat dengan mudah dispoof atau direkayasa sehingga tidak bisa diketahui asal sesungguhnya dari mana, dan penyerang hanya perlu mengetahui alamat IP dari komputer yang ingin diserangnya. Namun sekarang ini, serangan Ping of Death sudah tidak lagi efektif karena semua operating system sudah diupgrade dan diproteksi dari tipe serangan seperti ini. Selain itu, firewall bisa memblokir semua paket ICMP dari luar sehingga tipe serangan ini sudah tidak bisa dilakukan lagi.

3.        Teardrop

Teardrop attack adalah suatu serangan bertipe Denial of Service (DoS) terhadap suatu server/komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Teardrop attack ini memanfaatkan fitur yang ada di TCP/IP yaitu packet fragmentation atau pemecahan paket, dan kelemahan yang ada di TCP/IP pada waktu paket-paket yang terfragmentasi tersebut disatukan kembali. Dalam suatu pengiriman data dari satu komputer ke komputer yang lain melalui jaringan berbasis TCP/IP, maka data tersebut akan dipecah-pecah menjadi beberapa paket yang lebih kecil di komputer asal, dan paket-paket tersebut dikirim dan kemudian disatukan kembali di komputer tujuan. Misalnya ada data sebesar 4000 byte yang ingin dikirim dari komputer A ke komputer B. Maka, data tersebut akan dipecah menjadi 3 paket demikian:

Di komputer B, ketiga paket tersebut diurutkan dan disatukan sesuai dengan OFFSET yang ada di TCP header dari masing-masing paket. Terlihat di atas bahwa ketiga paket dapat diurutkan dan disatukan kembali menjadi data yang berukuran 4000 byte tanpa masalah.

Dalam teardrop attack, penyerang melakukan spoofing/pemalsuan/rekayasa terhadap paket-paket yang dikirim ke server yang hendak diserangnya, sehingga misalnya menjadi demikian:

Terlihat di atas bahwa ada gap dan overlap pada waktu paket-paket tersebut disatukan kembali. Byte 1501 sampai 1600 tidak ada, dan ada overlap di byte 2501 sampai 3100. Pada waktu server yang tidak terproteksi menerima paket-paket demikian dan mencoba menyatukannya kembali, server akan bingung dan akhirnya crash, hang, atau melakukan reboot.

Server bisa diproteksi dari tipe serangan teardrop ini dengan paket filtering melalui firewall yang sudah dikonfigurasi untuk memantau dan memblokir paket-paket yang berbahaya seperti ini.

4.       Half-Open Connection
Half-open connection attack juga disebut sebagai SYN attack karena memanfaatkan paket SYN (synchronization) dan kelemahan yang ada di 3-way handshake pada waktu hubungan TCP/IP ingin dibentuk antara 2 komputer. Dalam 3-way handshake untuk membentuk hubungan TCP/IP antara client dengan server, yang terjadi adalah sebagai berikut:

1.       Pertama, client mengirimkan sebuah paket SYN ke server/host untuk membentuk hubungan TCP/IP antara client dan host.
2.       Kedua, host menjawab dengan mengirimkan sebuah paket SYN/ACK (Synchronization/Acknowledgement) kembali ke client.
3.        Akhirnya, client menjawab dengan mengirimkan sebuah paket ACK (Acknowledgement) kembali ke host. Dengan demikian, hubungan TCP/IP antara client dan host terbentuk dan transfer data bisa dimulai.

Dalam serangan half-open connection, penyerang mengirimkan ke server yang hendak diserang banyak paket SYN yang telah dispoof atau direkayasa sehingga alamat asal (source address) menjadi tidak valid. Dengan kata lain, alamat asal paket-paket SYN tersebut tidak menunjuk pada komputer yang benar-benar ada. Pada waktu server menerima paket-paket SYN tersebut, maka server akan mengirimkan paket SYN/ACK untuk menjawab tiap paket SYN yang diterima. Namun, karena paket SYN/ACK dari server tersebut dikirim ke alamat yang tidak ada, maka server akan terus menunggu untuk menerima jawaban berupa paket ACK. Jika server tersebut dibanjiri oleh paket-paket SYN yang tidak valid tersebut, maka akhirnya server akan kehabisan memory dan sumber daya komputasi karena server terus menunggu untuk menerima jawaban paket ACK yang tidak akan pernah datang. Akhirnya server akan crash, hang, atau melakukan reboot dan terjadilah gangguan terhadap layanan (denial of service). Tipe serangan half-open connection atau SYN attack ini dapat dicegah dengan paket filtering dan firewall, sehingga paket-paket SYN yang invalid tersebut dapat diblokir oleh firewall sebelum membanjiri server.




5.       UDP Bomb Attack

UDP Bomb attack adalah suatu serangan bertipe Denial of Service (DoS) terhadap suatuserver atau komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Untuk melakukan serangan UDP Bomb terhadap suatu server, seorang penyerang mengirim sebuah paket UDP (User Datagram Protocol) yang telah dispoof atau direkayasa sehingga berisikan nilai-nilai yang tidak valid di field-field tertentu. Jika server yang tidak terproteksi masih menggunakan sistem operasi (operating system) lama yang tidak dapat menangani paketpaket UDP yang tidak valid ini, maka server akan langsung crash. Contoh sistem operasi yang bisa dijatuhkan oleh UDP bomb attack adalah SunOS versi 4.1.3a1 atau versi sebelumnya. Kebanyakan sistem operasi akan membuang paket-paket UDP yang tidak valid, sehingga sistem operasi tersebut tidak akan crash. Namun, supaya lebih aman, sebaiknya menggunakan paket filtering melalui firewall untuk memonitor dan memblokir serangan seperti UDP Bomb attack.

CONTOH SISTEM OPERASI YANG AMAN
1. LINUX
Linux merupakan salah satu sistem operasi yang dapat digunakan untuk menjalankan komputer
seperti layaknya sistem operasi yang lain seperti Windows, MAC Os, dan lainnya.

Dari sekian banyak operating sistem yang ada sekarang ini, terbukti
hanya Linux yang sanggup bertahan dari serangan virus maupun worm yang sering menghantui para pengguna windows.

Virus yang menyerang windows yang biasanya pake bahasa C
atau Basic (Visual Basic) dan itu tidak akan membuat Linux dengan mudah terjangkit,
karena bahasa linux merupakan bahasa posix.


Seperti yang kita ketahui bahwa Linux merupakan Sistem Operasi yang berbasis
Open Source atau lebih sering dikatakan Freeware sehingga jika menggunakannya,
kita tidak perlu keluar uang untuk mendapatkannya, dan kalau pun diperlukan tidak
sampai 100 ribu kita sudah bisa membeli DVD beserta Repository-nya sekalian.

Selain perbedaan bahasa pemrograman yang biasa digunakan para pembuat virus,
menyerang Linux kayak nya tidak akan menguntungkan, karena sifatnya yang open source,

2. Mac
Secara default Mac OS memang sudah aman dari segala serangan Malware, Virus, SpyWare, Adware, Worm, dan lain-lain, karena MacOS berarsitektur UNIX yang terkenal dengan system keamanannya. Tapi tetap saja kita harus waspada karena menurut pakar keamanan jaringan tidak ada komputer yang 100% mutlak systemnya aman kecuali tidak pernah menghidupkan komputer kita atau memasukannya kedalam peti, dan kubur dalam tanah sedalam 10meter. Dibanding dengan Windows yang mudah sekali terjangkit penyakit (hampir jutaan Virus, ratusan Worm, ratusan SpyWare, Adware) Mac OS dari pertama kali dipasarkan sampai sekarang masih kurang dari 10 serangan.
Setelah Mac menggunakan intel maka tantangan semakin ditingkatkan karena dengan harga yang terjangkau, banyak yang menggunakan Mac OS, semakin banyak pula para Hacker, Cracker, Programmer atau pengguna biasa mencoba-coba menembus keamanan Mac OS X. Untuk itu kita jangan terlalu lengah.
Macam-macam serangan:
  • Brute Force Attack : serangan ini mencoba mencari kombinasi password secara membabi buta, cepat dan cukup lama.
  • Buffer OverFlows : serangan ini sengaja membuat buffer/chace menjadi penuh sehingga sistem menjadi berat bahkan terpaksa harus restart sistem dengan demikian saat restart segala kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh hacker/cracker.
  • Spoofing Attack : ini lebih condong kepada pengintaian terhadap system dari komputer yang akan diserang/dikuasi. Pengintaian password, lokasi system yang lemah, dll
  • War Driving : serangan ini lebih terfokus pada jaringan wireless. Mencari password, mencuri bandwidth dan jaringan wireless.
Virus dan Malware :
  • Virus : program yang dapat me-copy dirinya dan menginfeksi komputer si pengguna. Pernah terjadi beberapa kali di Mac
  • Worm : worm bukan termasuk virus. Worm dapat mereplika program komputer dan dapat mengacaukan file program. Pernah terjadi di Mac
  • Trojan (Trojan Horse) : Program yang dimasuki/memasuki suatu aplikasi/software yang membuat kekacauan pada software itu sendiri dan kepada sistem operasi. Jarang terjadi di Mac.
  • Spyware : program yang menginfeksi komputer (biasanya browser) sehingga dapat mencuri bandwidth internet dan menyebabkan internet lambat dan kekacauan browser
  • Adware : hampir mirip dengan spyware tapi adware akan menampilkan iklan-iklan yang tidak kita inginkan sehingga akan memakan bandwidth dan memperlamba internet.
  • Logic Bomb : biasanya program ini akan menyerang komputer si pengguna pada tanggal dan jam tertentu (berkala maupun tidak)
  • Zombie : serangan ini berjalan pada sistem melalui backdoor sehingga dapat mengendalikan system secara utuh.
Macam-macam cara mengamankan Mac :
  • Mengamankan Open FirmWare dan EFI FirmWare
  • Install antivirus
  • Selalu meng-update Mac Security
  • Membuka file yang benar-benar diketahui asal usulnya
  • Untuk penggunaan Mac sehari-hari lebih baik menggunakan Account standar jangan menggunakan Account Administrator / SuperUser
  • Biasakan menggunakan User dan Password saat login, jangan menggunakan Automatic login
  • Gunakan Password untuk mengaktifkan Mac setelah Sleep, Step Away, Screen Saver dll
  • Menggunakan Firewall apalagi kalau selalu terhubung dengan internet
  • Non aktifkan segala macam ‘sharing’ (Internet, File, Folder, Printer dll) jika tidak digunakan.
sehingga tidak ada kemungkinan bagi para pembuat virus untuk menghasilkan uang dari serangannya
terhadap Linux, hal ini berbeda dengan operating sistem lainnya (baca:berbayar (windows & MAC os).

[1]  Untuk membedakan firewall yang built-in di linux dengan firewall dedicated yang banyak digunakan dalam teknologi jaringan, maka digunakan istilah firewall linux.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar